AplikasiUji EMC & EMI — Electromagnetic Compatibility Testing

Uji EMC & EMI — Electromagnetic Compatibility Testing

Apa itu Uji EMC & EMI — Electromagnetic Compatibility Testing?

Pengujian EMC (electromagnetic compatibility) memastikan peralatan elektronik tidak memancarkan gangguan elektromagnetik berlebihan (emission) dan tetap berfungsi normal saat menerima gangguan dari perangkat lain (immunity). Uji ini menjadi syarat sertifikasi produk elektronik di Indonesia dan pasar ekspor.

Mengapa Penting di Indonesia

Produk elektronik dan telekomunikasi yang beredar di Indonesia wajib memiliki sertifikasi SDPPI dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) — dan pengujian EMC merupakan bagian penting dari proses sertifikasi tersebut, mencakup uji emisi dan imunitas. Produsen lokal, assembler, dan importir perlu memastikan produknya lolos uji sebelum dipasarkan.

Industri manufaktur elektronik Indonesia yang terus tumbuh — dari peralatan rumah tangga, komponen otomotif, hingga perangkat IoT — semakin membutuhkan pengujian EMC di tahap riset, desain, dan produksi. Sementara itu, eksportir menuju pasar Eropa, Amerika, dan Asia juga harus memenuhi persyaratan EMC internasional seperti CE dan FCC.

Pre-compliance testing menggunakan spectrum analyzer dan near-field probe memungkinkan tim engineering mendeteksi masalah emisi sejak awal desain — jauh lebih murah dibanding perbaikan setelah produk masuk tahap sertifikasi penuh. Teras Tech menyediakan instrumen untuk pengujian EMC pre-compliance dan mendampingi pemilihan peralatan untuk laboratorium uji.

Standar yang Berlaku

CISPR 11 Emisi RF peralatan industri, ilmiah & medis (ISM)
CISPR 16-1-1 Spesifikasi instrumen pengukuran gangguan radio
IEC 61000-4-2 Uji kekebalan electrostatic discharge (ESD)
IEC 61000-4-3 Uji kekebalan medan elektromagnetik teradiasi
IEC 61000-4-6 Uji kekebalan gangguan konduksi RF
IEC 61000-6-2 Standar generik imunitas lingkungan industri
SNI Standar nasional EMC yang mengacu IEC/CISPR

Jenis Pengujian & Use Case

  • Radiated emission measurement (medan teradiasi)
  • Conducted emission measurement (gangguan konduksi)
  • ESD immunity test
  • Radiated RF immunity test
  • Conducted RF immunity test
  • Electrical fast transient (EFT) & surge test
  • Pre-compliance scan dengan near-field probe

Instrumen yang Kami Sediakan

Solusi dari Teras Tech

Kami menyediakan instrumen, sistem akuisisi data, hingga integrasi sistem uji otomatis (ATE) turnkey — termasuk instalasi, pelatihan penggunaan, dan dukungan teknis oleh engineer berpengalaman.

📲 Konsultasi via WhatsApp ✉️ sales@terastek.com Lihat Katalog Produk

Referensi

FAQ

Apa perbedaan EMC dan EMI?

EMI (electromagnetic interference) adalah gangguan elektromagnetik itu sendiri, sedangkan EMC (electromagnetic compatibility) adalah kemampuan peralatan untuk tidak menimbulkan gangguan berlebihan dan tetap bekerja normal di lingkungan elektromagnetik. Pengujian EMC mencakup pengukuran emisi (EMI) dan imunitas.

Apakah uji EMC wajib di Indonesia?

Ya — untuk produk elektronik dan telekomunikasi tertentu, pengujian EMC menjadi bagian dari persyaratan sertifikasi SDPPI (Komdigi) sebelum produk dapat diedarkan. Produk ekspor juga umumnya wajib memenuhi persyaratan EMC negara tujuan.

Apa itu pre-compliance testing?

Pre-compliance testing adalah pengukuran awal karakteristik EMC produk selama pengembangan, biasanya menggunakan spectrum analyzer dan near-field probe, untuk mendeteksi masalah emisi lebih awal dan memperbesar peluang lolos uji sertifikasi penuh.

Instrumen apa yang Teras Tech sediakan untuk uji EMC?

Kami menyediakan spectrum analyzer (Anritsu), osiloskop, dan DAQ yang dapat digunakan untuk pengukuran emisi pre-compliance, troubleshooting, dan dokumentasi hasil uji.

Aplikasi Terkait

Scroll to Top