Cara Memilih Kartu Ekspansi I/O Raspberry Pi untuk Aplikasi Industri

Kartu ekspansi CONTEC CPI-AI-1208LI, masukan analog 12-bit 8 kanal untuk Raspberry Pi

Raspberry Pi mulai banyak dipakai untuk aplikasi industri karena platform ini memudahkan penggunaan berbagai macam antarmuka, dan informasi teknisnya tersedia luas. Namun Raspberry Pi bukan perangkat industri: ia tidak memiliki terminal kabel, catu daya rentang lebar, atau pemantauan perangkat keras bawaan. Kekurangan itu ditutup oleh kartu ekspansi berukuran HAT yang mengubah Raspberry Pi menjadi pengendali dan pengukur yang layak dipakai di panel. Panduan ini membahas cara memilih kartu tersebut berdasarkan jenis sinyal, isolasi, dan kebutuhan pemasangan.

Bentuk kartu: HAT, susun, dan batas fisiknya

Kartu ekspansi untuk Raspberry Pi mengikuti bentuk HAT dengan bus 40 pin GPIO. Keterbatasan yang paling sering diabaikan adalah jumlah kartu yang dapat ditumpuk. Pada seri kartu industri, spesifikasi HAT diperluas sehingga memungkinkan susunan sampai delapan kartu, mencerminkan kebutuhan sistem kendali dan pengukuran yang memerlukan banyak masukan dan keluaran sekaligus. Susunan tersebut bahkan dapat mencakup kartu HAT dari produsen lain.

Konsekuensi praktisnya adalah kebutuhan catu daya dan pemasangan mekanis. Bila beberapa kartu ditumpuk, kartu fungsi RAS dipakai untuk memasok daya Raspberry Pi secara stabil pada susunan bertingkat, dan tersedia kit pemasangan rel DIN agar susunan kartu dapat dipasang di panel seperti perangkat industri lain.

Tabel: jenis sinyal dan kartu yang sesuai

Jenis sinyal Kartu yang sesuai Yang perlu dicek
Tegangan atau arus analog Kartu masukan analog Resolusi, jumlah kanal, diferensial atau ujung tunggal, isolasi bus
Sinyal digital 12-24 VDC Kartu digital I/O terisolasi Tipe keluaran sink atau source, jenis opto-coupler
Suhu termokopel Kartu masukan termokopel Jumlah kanal dan kompensasi sambungan dingin
Pulsa dan pencacahan Kartu masukan pencacah Resolusi bit dan jenis masukan
Beban lampu atau katup Kartu keluaran relai atau SSR Jumlah kanal dan kemampuan pensakelaran
Catu daya dan pemulihan Kartu RAS dan RTC Rentang tegangan masukan dan fungsi pemantauan

Isolasi: pembeda utama antara kartu hobi dan kartu industri

Pada kartu masukan analog industri, isolasi bus dipakai untuk memisahkan rangkaian masukan dari bus Raspberry Pi. Pada kartu digital, isolasi opto-coupler diterapkan pada masukan digital dengan kemampuan sink dan source, serta pada keluaran tipe open-collector, dan ditambah isolasi bus. Isolasi ini yang melindungi Raspberry Pi dari lonjakan dan beda potensial yang lazim di panel kontrol.

Kartu masukan analog biasanya menyediakan beberapa rentang dan jenis masukan sekaligus, sehingga satu kartu dapat dipakai untuk masukan tegangan maupun arus tanpa menambah perangkat lain. Untuk sinyal dari sensor yang jauh, pilihan jenis masukan ini menentukan apakah sensor dapat dihubungkan langsung atau memerlukan pengubah sinyal.

Rentang suhu, masa jaminan, dan dukungan perangkat lunak

Kartu industri pada kategori ini dirancang bekerja pada rentang suhu −20 sampai 60 °C, dan sebagian besar menyediakan API yang kompatibel dengan kartu ekspansi PC serta API yang dapat dipakai dari Python. Rentang suhu tersebut lebih lebar daripada yang biasa dijanjikan perangkat konsumen, dan itulah alasan kartu ini dipakai di panel yang tidak ber-AC.

Perhatikan juga masa jaminan dan ketersediaan penggantinya. Kartu pada kategori industri umumnya membawa masa jaminan standar tiga tahun dengan opsi perpanjangan, sedangkan umur pakai peralatan di lantai produksi biasanya lebih panjang daripada siklus hidup produk elektronik konsumen.

Daftar periksa pemilihan kartu

  1. Daftar seluruh sinyal yang harus dibaca dan dikendalikan, beserta jenis dan rentangnya.
  2. Tentukan jumlah kanal per jenis sinyal, lalu bulatkan ke atas sesuai kanal yang tersedia.
  3. Putuskan apakah isolasi diperlukan untuk setiap kelompok sinyal, dan pilih tingkat isolasinya.
  4. Periksa jumlah kartu maksimum yang dapat ditumpuk terhadap rencana sistem.
  5. Tetapkan cara pemasangan: rel DIN atau dudukan khusus di dalam panel.
  6. Periksa rentang tegangan masukan kartu RAS terhadap catu daya panel yang tersedia.
  7. Pastikan API yang tersedia cocok dengan bahasa pemrograman yang dipakai tim.
  8. Periksa rentang suhu dan masa jaminan terhadap kondisi ruang dan masa pakai yang diharapkan.

Membandingkan kartu industri dengan modul hobi

Modul hobi dan kartu industri sering tampak serupa pada foto, karena keduanya berukuran HAT dan memakai bus GPIO yang sama. Perbedaannya terletak pada hal-hal yang tidak terlihat pada foto: isolasi bus, rentang suhu kerja, keberadaan pengunci pada blok terminal, dan jaminan masa pakai. Modul hobi dirancang untuk pengujian di meja dengan sinyal bertegangan rendah, sedangkan kartu industri dirancang untuk menerima kabel lapangan dan tegangan panel.

Bila sinyal yang akan dihubungkan berasal dari panel dengan tegangan 24 V atau dari sensor yang kabelnya panjang, anggaran untuk isolasi bukan pengeluaran tambahan melainkan syarat agar Raspberry Pi bertahan. Penggantian Raspberry Pi yang rusak akibat lonjakan biasanya lebih mahal daripada selisih biaya antara modul hobi dan kartu berisolasi.

Aksesori yang perlu disiapkan bersamaan

Susunan kartu memerlukan aksesori yang mudah terlupakan bila pengadaan hanya menyebutkan kartu fungsinya. Kit pemasangan rel DIN diperlukan agar susunan dapat dipasang di panel, sekrup jarak (spacer) menjaga jarak antar kartu pada tumpukan, dan blok terminal cadangan berguna ketika jumlah titik ukur bertambah setelah pemasangan awal. Untuk catu daya, pastikan kabel dari rail panel ke kartu RAS memakai penampang yang memadai untuk arus puncak saat penyalaan.

Kesalahan umum

  • Memilih kartu dari biaya pembelian saja tanpa memeriksa isolasi dan rentang suhu.
  • Menyusun lebih banyak kartu daripada yang diizinkan spesifikasi tumpukan.
  • Menghubungkan sinyal 24 V dari panel langsung ke pin GPIO tanpa kartu berisolasi.
  • Melupakan kit pemasangan rel DIN sehingga susunan kartu tidak dapat dipasang rapi di panel.
  • Memasok Raspberry Pi dengan adaptor konsumen pada panel yang memiliki rail 24 V.
  • Memilih kartu tanpa memperhatikan ketersediaan API untuk bahasa yang dipakai tim.

Peralatan dan konfigurasi terkait

Kesimpulan

Memilih kartu ekspansi untuk Raspberry Pi pada aplikasi industri berarti memilih berdasarkan jenis sinyal, tingkat isolasi, dan cara pemasangan, bukan berdasarkan biaya pembeliannya saja. Kartu berukuran HAT dengan isolasi bus, rentang suhu lebar, dan API yang jelas membuat Raspberry Pi dapat dipakai pada panel bersama perangkat industri lain. Untuk meninjau kombinasi kartu yang sesuai dengan daftar sinyal Anda atau menyiapkan permintaan penawaran, tim Terastek dapat membantu mencocokkan kartu, kit pemasangan, dan catu dayanya.

Sumber resmi

  1. CONTEC, “Specifications | CPI-AI-1208LI | Analog input Raspberry Pi card 12-bit 8ch (differential 4ch) voltage input/current input”, https://www.contec.com/products-services/daq-control/pc-helper/raspberry-pi-card/cpi-ai-1208li/specification/ — diakses 28 September 2026
  2. CONTEC, “Specifications | CPI-DIO-0808L | Digital I/O Raspberry Pi card 8ch/8ch (isolated 12 – 24VDC)”, https://www.contec.com/products-services/daq-control/pc-helper/raspberry-pi-card/cpi-dio-0808l/specification/ — diakses 28 September 2026
  3. CONTEC, “Specifications | CPI-SSI-4C | Thermocouple Input Raspberry Pi Expansion Card 4ch”, https://www.contec.com/products-services/daq-control/pc-helper/raspberry-pi-card/cpi-ssi-4c/specification/ — diakses 28 September 2026
  4. CONTEC, “Bringing the Convenience of Raspberry Pi to FA and Measurement Control, The CPI Series HAT Size Expansion Cards”, https://www.contec.com/lp/daq-control/raspberry-pi-cpi-series/ — diakses 28 September 2026

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
WhatsApp