Accelerometer untuk Condition Monitoring: Tipe Sensor dan Mounting

Accelerometer terpasang pada bearing housing untuk condition monitoring dan perbandingan metode mounting
Pemilihan sensor dan mounting untuk pengukuran getaran.

Accelerometer untuk condition monitoring tidak dipilih hanya dari angka sensitivitas. Teknisi perlu mencocokkan tipe sensor, rentang amplitudo, bandwidth, temperatur, arah pengukuran, metode mounting, kabel, dan input DAQ dengan mesin yang dipantau. Untuk inspeksi rutin motor atau pompa, sensor IEPE dengan mounting yang repeatable sering menjadi pilihan praktis; untuk temperatur ekstrem atau pengukuran shock dengan bandwidth tinggi, charge accelerometer dapat lebih sesuai.

1. Mulai dari keputusan maintenance

Tentukan terlebih dahulu apakah data akan dipakai untuk route-based inspection, trending berkala, alarm kontinu, atau diagnosis mendalam menggunakan waveform dan FFT. Tujuan ini memengaruhi kebutuhan sensor dan sistem akuisisi. Sensor untuk inspeksi cepat tidak selalu sama dengan sensor untuk analisis bearing, gearbox, modal test, atau lingkungan temperatur tinggi.

  • Route inspection: prioritaskan sensor yang mudah dipasang konsisten, kabel praktis, dan kompatibel dengan vibration meter.
  • Continuous monitoring: prioritaskan coupling mekanis, stabilitas jangka panjang, proteksi lingkungan, dan infrastruktur DAQ atau wireless.
  • Diagnosis FFT/envelope: periksa bandwidth, noise, sensitivitas, dan kemampuan sistem merekam waveform mentah.
  • Shock atau temperatur tinggi: evaluasi charge accelerometer, kabel low-noise, dan charge amplifier sebelum memilih sensor.

2. Pilih teknologi sensor

Teknologi Kekuatan Perhatian Contoh penggunaan
IEPE Output impedansi rendah, kabel lebih mudah, cocok untuk DAQ dengan constant-current excitation. Memerlukan catu arus; elektronik internal membatasi temperatur maksimum. Condition monitoring motor, pump, gearbox, dan pengukuran route.
Charge mode Bandwidth, dynamic range, dan temperatur operasi dapat sangat tinggi; tidak memerlukan elektronik internal. Memerlukan charge amplifier dan kabel low-noise; lebih sensitif terhadap noise kabel. Shock, temperatur ekstrem, dan pengukuran dinamis dengan tuntutan tinggi.
MEMS atau capacitive Dapat digunakan untuk frekuensi rendah atau percepatan statik, tergantung desainnya. Bandwidth, noise, range, dan temperatur harus diperiksa dari datasheet sensor tertentu. Monitoring frekuensi rendah, tilt, atau sistem yang membutuhkan pengukuran DC.

NI menjelaskan bahwa charge-mode accelerometer memerlukan amplifier eksternal atau charge converter, sedangkan IEPE memiliki amplifier di dalam sensor dan menerima constant-current excitation. Dewesoft juga menekankan perbedaan temperatur, kabel, dan conditioning antara kedua teknologi tersebut. Baca perbandingan IEPE vs charge accelerometer untuk keputusan yang lebih spesifik.

3. Mengapa mounting memengaruhi hasil

Menurut panduan mounting PCB Piezotronics, empat metode umum adalah stud, adhesive, magnetic, dan probe tip atau stinger. Metode tersebut tidak netral: kekakuan dan massa tambahan dapat mengubah respons frekuensi tinggi. Stud mounting memberi coupling paling aman dan rentang frekuensi paling luas, tetapi biasanya membutuhkan permukaan dan instalasi permanen.

Metode Kapan dipilih Risiko yang perlu dikendalikan
Stud Permanent monitoring atau diagnosis frekuensi tinggi. Permukaan harus rata, bersih, dan lubang tegak lurus; instalasi membutuhkan persiapan.
Adhesive Temporary atau semi-permanent route measurement ketika drilling tidak diizinkan. Lapisan perekat dan temperatur dapat mengubah coupling serta usable bandwidth.
Magnet Inspeksi cepat pada permukaan feromagnetik. Gaya magnet dan massa base dapat menurunkan respons frekuensi tinggi; repeatability perlu dijaga.
Stinger Akses sangat terbatas atau spot-check cepat. Tekanan operator, sudut, dan titik kontak membuat hasil lebih bervariasi.
Diagram pemilihan accelerometer dan mounting berdasarkan tujuan pengukuran, bandwidth, lingkungan, dan sistem DAQ
Keputusan sensor dimulai dari tujuan measurement lalu turun ke mounting dan integrasi DAQ.

4. Checklist spesifikasi sebelum meminta penawaran

  1. Rentang frekuensi yang benar-benar ingin direkam, termasuk kemungkinan bearing atau gear fault.
  2. Amplitudo maksimum dan sensitivitas yang mencegah clipping tanpa membuat sinyal kecil tenggelam dalam noise.
  3. Arah pengukuran: uniaxial, triaxial, atau beberapa titik dengan orientasi horizontal, vertical, dan axial.
  4. Temperatur permukaan, kelembapan, area hazardous, dan kebutuhan isolasi listrik.
  5. Input DAQ: IEPE excitation, voltage input, charge input, atau external charge conditioner.
  6. Metode mounting yang dapat diulang oleh semua teknisi dan dicatat dalam route.
  7. Kebutuhan kalibrasi, TEDS, kabel, konektor, dan perlindungan kabel dari gesekan.

5. Produk dan sistem yang relevan

Untuk memulai konfigurasi, lihat PCB Piezotronics 602 Industrial Accelerometer Series, PCB 638A06 Accelerometer Series, atau PCB 639A91 Triaxial Accelerometer Series. Untuk akuisisi, bandingkan Dewesoft SIRIUS Mini dan Dewesoft DEWE-43A. Halaman IIoT & Monitoring Industri membantu memetakan sensor ke sistem condition monitoring.

Kesimpulan

Accelerometer terbaik adalah sensor yang cocok dengan tujuan maintenance, frekuensi dan amplitudo fault, temperatur, input DAQ, serta cara pemasangannya di lapangan. Jangan membandingkan model hanya dari sensitivitas; minta review spesifikasi lengkap agar sensor, kabel, mounting, signal conditioning, dan analisis bekerja sebagai satu measurement chain.

Sumber resmi

Source reviewed: 21 September 2026. Hubungi Terastek untuk review spesifikasi, pemilihan mounting, dan quotation sesuai aplikasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
WhatsApp