
CV, CC, OVP, OCP, dan remote sense adalah fitur yang menentukan cara power supply DC bereaksi terhadap perubahan beban dan kesalahan wiring. CV menjaga tegangan, CC membatasi atau menjaga arus sesuai mode, OVP melindungi dari tegangan berlebih, OCP melindungi dari arus berlebih, sedangkan remote sense mengompensasi voltage drop pada kabel agar tegangan di DUT lebih dekat dengan nilai yang diinginkan.
1. CV atau Constant Voltage
Dalam mode CV, supply berusaha mempertahankan tegangan output pada setpoint, sementara arus berubah mengikuti impedansi load. Jika resistansi DUT turun, arus akan naik sampai current limit atau batas internal tercapai. Selama supply masih dapat mempertahankan tegangan tanpa melampaui batas arus, indikator CV tetap aktif.
CV adalah mode umum untuk memberi daya rangkaian elektronik. Namun, current limit tetap harus diatur sebagai pagar keselamatan—bukan dibiarkan setinggi mungkin—karena short circuit atau DUT yang rusak dapat menarik arus besar sebelum operator sempat memutus output.
2. CC atau Constant Current
Dalam mode CC, supply mempertahankan arus pada nilai yang ditentukan sementara tegangan berubah mengikuti load. Perpindahan CV ke CC terjadi ketika DUT meminta arus lebih besar dari current limit yang diprogram. Tektronix menjelaskan bahwa mode yang aktif bergantung pada setting dan resistansi load; bukan hanya pilihan menu.
CC berguna untuk charging, LED, electrochemistry, dan pengujian yang membutuhkan current limit terkontrol. Pastikan compliance voltage memadai. Jika supply sudah mencapai voltage limit tetapi arus yang diminta belum tercapai, DUT tidak lagi menerima constant current ideal.
3. Compliance resistance dengan contoh sederhana
Untuk setting CV, batas sederhana agar supply tetap berada di CV dapat diperkirakan dengan:
Rcompliance = Vset / Ilimit
Contoh 5 V dengan current limit 0,3 A memberi nilai sekitar 16,67 Ω. Load di atas nilai tersebut secara ideal masih berada di CV; load yang lebih rendah berpotensi memaksa supply masuk CC. Ini adalah model awal—DUT nyata, wiring, transient, dan karakteristik supply tetap harus diuji.
4. OVP dan OCP
| Fitur | Yang dilindungi | Pertanyaan saat memilih |
|---|---|---|
| OVP — Over-Voltage Protection | DUT dari output yang melampaui batas tegangan. | Apakah threshold terpisah dari voltage setpoint, latching atau auto-recovery, dan berapa response time? |
| OCP — Over-Current Protection | DUT, kabel, dan supply dari arus berlebih. | Apakah bekerja sebagai current limit, trip, foldback, atau kombinasi; bagaimana reset-nya? |
| OTP — Over-Temperature Protection | Supply dari panas berlebih akibat load, fan, atau lingkungan. | Apakah ada derating, alarm, log, dan interlock? |
OVP dan OCP bukan pengganti fuse, interlock, atau prosedur safe output. Uji behavior proteksi menggunakan test plan dan load yang sesuai; jangan sengaja membuat fault pada DUT bernilai tinggi tanpa current limit dan emergency off.
5. Remote sense atau four-wire sensing
Kabel power membawa arus, sehingga resistansinya menimbulkan voltage drop. Remote sense menambahkan pasangan sense berimpedansi tinggi yang dihubungkan langsung ke terminal DUT. Supply mengukur tegangan di DUT dan menaikkan output pada terminalnya untuk mengompensasi sebagian drop pada kabel power.
- Gunakan output leads yang sesuai arus dan polaritas.
- Hubungkan sense + dan sense − langsung di titik DUT yang ingin diregulasi.
- Ikuti manual untuk sense lead protection, maximum compensation, dan output capacitance.
- Jangan menukar sense dengan output power leads.
- Set current limit dan OVP sebelum enable output.
- Ukur kembali tegangan di supply dan DUT untuk memverifikasi kompensasi.
6. Kesalahan konfigurasi yang sering terjadi
- Mengira indikator CV berarti tegangan di DUT sama persis dengan display supply.
- Mengatur current limit terlalu tinggi lalu mengandalkan OCP setelah DUT rusak.
- Menganggap CC sebagai “arus maksimum” tanpa memeriksa compliance voltage.
- Menilai ripple tanpa menyebut bandwidth probe dan oscilloscope.
- Mengaktifkan remote sense dengan kabel sense panjang, longgar, atau tanpa perlindungan.
- Membandingkan OVP/OCP antar-merek tanpa membaca apakah fitur tersebut limit, trip, latch, atau foldback.
7. Produk DC supply untuk dibandingkan
Siglent SPS6000X dapat menjadi contoh programmable switching supply berdaya lebih tinggi. Untuk bench supply, lihat Siglent SPD3303C dan EA Autoranging Bench Power Supplies. Untuk supply precision dengan pengukuran readback, lihat Keithley 2280S. Pemilihan akhir tetap perlu dicocokkan dengan voltage/current envelope, DUT, remote interface, dan kebutuhan protection.
Kesimpulan
CV dan CC menjelaskan mode regulasi utama; OVP dan OCP menjelaskan batas perlindungan; remote sense memperbaiki akurasi tegangan di DUT akibat drop kabel. Atur semua fitur sebagai satu sistem: setpoint, compliance, current limit, protection threshold, sense wiring, load profile, dan prosedur output enable.
Sumber resmi
- Tektronix — Understanding Linear Power Supply Specifications
- NI — Power Supply Fundamentals: Modes, Remote Sense, Ripple, and Noise
- Rohde & Schwarz — Understanding Remote Sense
- EA Elektro-Automatik — PS 3000 C Operating Manual
Source reviewed: 22 September 2026. Hubungi Terastek untuk review CV/CC, protection, remote sense, dan automation.
