Cara Memilih Force Sensor dan Load Cell untuk Pengujian Industri

Force sensor PCB Piezotronics 201B01 untuk pengukuran gaya dinamis dan quasi-statis
Pemilihan force sensor dimulai dari jenis gaya yang diukur, bukan dari kapasitas terbesar yang tersedia.

Pilihan antara force sensor dan load cell ditentukan oleh sifat gaya yang diukur. Untuk gaya dinamis berfrekuensi tinggi seperti impact, impuls, dan getaran gaya, sensor piezoelectric berbasis quartz sesuai karena kaku, cepat, dan memiliki rentang dinamis lebar. Untuk gaya statis atau quasi-statis seperti penimbangan dan uji tarik lambat, sensor strain gauge lebih tepat karena dapat mempertahankan pembacaan pada beban tetap. Kesalahan paling umum adalah memilih kapasitas terbesar tanpa memeriksa jenis gaya dan konfigurasi jembatan yang dibutuhkan.

Tiga jenis sensor gaya yang berbeda peruntukan

Force sensor buatan PCB Piezotronics tersedia dalam tiga keluarga: quartz, piezoelectric force, dan strain. Ketiganya merupakan perangkat pengukuran yang tahan pakai untuk gaya dinamis frekuensi tinggi dan peristiwa strain. Pengukuran tipikalnya mencakup gaya dinamis dan quasi-statis pada aktuasi, kompresi, impact, impuls, reaksi, dan tegangan.

Jenis sensor Sifat gaya yang sesuai Catatan praktis
Piezoelectric (quartz) Dinamis, impact, impuls, getaran gaya Kaku, rentang dinamis lebar, rise time cepat; tidak untuk beban statis berkepanjangan
Strain gauge Statis dan quasi-statis Dapat menahan pembacaan pada beban tetap; membutuhkan eksitasi dan jembatan
Load cell (rod end / S-type / general purpose) Gaya aksial terarah Bentuk mekanik menentukan arah pembebanan dan cara pemasangan

Karakteristik yang perlu dicari pada force sensor

Menurut produsen, force sensor yang baik memiliki karakteristik berikut:

  • Kekakuan (stiffness) tinggi, konstruksi kokoh, dan tahan lama.
  • Rentang frekuensi tinggi untuk mengikuti peristiwa cepat.
  • Rentang dinamis lebar, sehingga gaya kecil dan besar masih terukur dalam satu pengaturan.
  • Rise time cepat, penting untuk peristiwa impact.
  • Hasil yang konsisten dan dapat diulang.

Satu hal yang sering terlewat saat pengadaan: kalibrasi. Pusat kalibrasi PCB Piezotronics terakreditasi ISO 17025, dan setiap sensor yang dikirim disertai sertifikat kalibrasi yang tertelusur ke NIST. Untuk pekerjaan yang memerlukan ketertelusuran metrologi, keberadaan sertifikat ini harus ditanyakan secara eksplisit sebelum pembelian.

Konfigurasi jembatan menentukan sensitivitas dan kebutuhan perangkat

Sensor strain gauge tidak bisa dipakai sendiri; ia membutuhkan rangkaian jembatan Wheatstone. Konfigurasi yang dipilih merupakan kompromi antara sensitivitas dan usaha pemasangan:

Konfigurasi Sensitivitas Resistor completion Kompensasi suhu
Quarter bridge type I (satu gauge) Sekitar 0,5 mV/V pada 1000 µε 3 Tidak ada
Full bridge type I (empat gauge pada sisi berlawanan) Sekitar 2,0 mV/V — kira-kira empat kali lebih sensitif 0 Ada

Dua sumber kesalahan paling umum pada pengukuran strain adalah perubahan suhu dan resistansi kabel lead. Konfigurasi quarter bridge type I tidak memiliki kompensasi suhu sama sekali, dan kabel lead yang panjang menambahkan resistansi yang menimbulkan error offset serta menurunkan sensitivitas jembatan.

Untuk menekan kesalahan tersebut, gunakan konfigurasi dengan kompensasi suhu — quarter bridge type II dengan dummy gauge, half bridge, atau full bridge — atau gauge yang dicocokkan dengan material spesimen. Pertimbangkan juga gauge 350 Ω atau 1000 Ω sebagai pengganti 120 Ω untuk mengurangi pemanasan sendiri dan efek resistansi kabel.

Checklist pengadaan force sensor dan load cell

  1. Jenis gaya: dinamis, statis, atau keduanya. Ini menentukan keluarga sensor.
  2. Kapasitas dan beban puncak yang diperkirakan, bukan hanya beban kerja normal.
  3. Arah pembebanan dan bentuk mekanik yang cocok dengan fixture yang ada.
  4. Konfigurasi jembatan yang akan dipakai, serta perangkat yang harus menyediakan bridge completion.
  5. Resistansi gauge (120 Ω, 350 Ω, atau 1000 Ω) dan alasannya.
  6. Panjang kabel lead dan apakah akan diperlukan remote sensing.
  7. Rentang suhu kerja dan apakah kompensasi suhu diperlukan.
  8. Sertifikat kalibrasi: lembaga penerbit, akreditasi ISO 17025, dan ketertelusuran ke NIST.
  9. Kebutuhan signal conditioner: eksitasi, amplifikasi, filtering, offset nulling, shunt calibration.
  10. Konektor dan jenis kabel yang dipakai.

Perangkat akuisisi harus menyediakan hal-hal yang tidak disediakan konfigurasi yang dipilih. Untuk jembatan quarter dan half, itu berarti bridge completion, eksitasi, dan remote sensing untuk mengoreksi kehilangan eksitasi pada kabel panjang, ditambah amplifikasi, filtering, offset nulling, dan shunt calibration.

Kesalahan umum

  • Memilih sensor piezoelectric untuk beban statis yang harus dibaca dalam waktu lama.
  • Menentukan kapasitas dari beban kerja normal tanpa memperhitungkan beban puncak.
  • Memakai quarter bridge type I lalu menyimpulkan pengukuran tidak stabil, padahal masalahnya kompensasi suhu.
  • Mengabaikan panjang kabel lead, lalu mengira sensornya kurang akurat.
  • Tidak menanyakan sertifikat kalibrasi sampai barang tiba.

Peralatan dan konfigurasi terkait

Lihat kategori Force Sensor, kategori Load Cell, dan kategori Signal Conditioner. Contoh perangkatnya adalah PCB Piezotronics 201B/211B Series Force Sensor, PCB 1204/0xA Series General Purpose Load Cell, dan PCB 1380 Series Rod End Load Cell. Untuk pengukuran torsi, lanjutkan ke panduan pengukuran torsi motor listrik; dasar konfigurasi jembatan dan sumber kesalahannya dibahas di panduan strain gauge dan Wheatstone bridge.

Kesimpulan

Mulai dari jenis gaya, lanjut ke konfigurasi jembatan, dan baru kemudian pilih kapasitas. Urutan itu mencegah dua kesalahan termahal: sensor yang salah keluarga, dan rangkaian pengukuran yang tidak bisa mengompensasi suhu.

Sumber resmi

Sumber ditinjau: 26 September 2026. Hubungi Terastek untuk review pemilihan force sensor, konfigurasi jembatan, dan kebutuhan signal conditioning.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
WhatsApp