Mengukur Sensitivitas Penerima dengan Sumber Sinyal dan Atenuator

Ilustrasi AI: generator sinyal RF dengan layar mati, atenuator, dan kabel koaksial tergulung di atas alas kerja

Sensitivitas adalah salah satu spesifikasi utama setiap penerima radio. Pengukurannya tampak sederhana, yaitu mencari level masukan terkecil yang masih menghasilkan keluaran yang dapat diterima, tetapi hasilnya sangat bergantung pada ketepatan level yang diberikan ke perangkat dan pada kemampuan pengujian itu diulang. Artikel ini membahas penyiapan pengukuran tersebut serta hal yang menentukan keandalan hasilnya.

Apa yang dimaksud dengan sensitivitas

Menurut catatan aplikasi pabrikan instrumen, sensitivitas dinyatakan sebagai level masukan RF minimum yang diperlukan untuk menghasilkan nilai SINAD tertentu pada keluaran audio penerima. Definisi ini penting karena menunjukkan bahwa hasil pengukuran sensitivitas selalu terikat pada kriteria keluaran yang dipilih; tanpa menyebut kriteria itu, angka sensitivitas tidak dapat dibandingkan dengan pengukuran lain.

Cantumkan selalu dua hal pada laporan, yaitu kriteria keluaran yang dipakai dan level masukan yang diberikan. Dua laboratorium dapat memperoleh angka berbeda dari perangkat yang sama apabila kriteria keluarannya berbeda, dan perbedaan itu bukan tanda salah satu pihak melakukan kesalahan.

Rantai pengukuran dan peran atenuator

Pada pengukuran sensitivitas, sumber sinyal memberikan level yang jauh di atas sensitivitas penerima, lalu level itu diturunkan oleh atenuator menjadi nilai yang diinginkan. Cara ini dipakai karena atenuator dapat menetapkan penurunan yang jauh lebih tepat dan lebih dapat diulang daripada menyetel level langsung pada sumber sinyal.

Bila sumber disetel −10 dBm, atenuator 60 dB dipasang, dan kabel serta konektor menimbulkan rugi 2 dB, maka level di masukan penerima adalah −10 − 60 − 2 = −72 dBm. Untuk mengubahnya menjadi tegangan pada sistem 50 ohm, 0 dBm setara 0,2236 V rms, sehingga −72 dBm setara 0,2236 V × 10 pangkat −3,6 ≈ 56 µV rms.

Tabel: tahap pengukuran dan hal yang menentukan hasilnya

Tahap Yang dilakukan Yang menentukan ketelitian
Penetapan kriteria Menentukan nilai SINAD keluaran yang dipakai Kesamaan kriteria antar pengukuran
Penyetelan level Menyetel sumber dan atenuator Ketepatan dan pengulangan atenuator
Penyambungan Menghubungkan ke masukan penerima Rugi kabel, konektor, dan adaptor
Pengukuran keluaran Mengukur SINAD atau besaran keluaran lain Akurasi analyzer keluaran
Pengulangan Mengulang pada beberapa unit Kestabilan level dan waktu tunggu
Pencatatan Menyimpan hasil beserta kondisinya Kelengkapan identitas unit dan kondisi uji

Mengapa pengulangan level menjadi penentu

Pada pengujian penerima yang bekerja pada kondisi ekstrem, misalnya radar milimeter dan penerima sistem peperangan elektronik, pengujian fungsi dan sensitivitas menuntut sinyal uji yang sangat dapat diulang, amplitudo dan frekuensi yang tepat, serta lebar pulsa yang cukup kecil. Semua tuntutan itu berujung pada satu hal: sumber sinyal dan atenuator harus mampu memberikan level yang sama setiap kali pengujian dijalankan, karena perbedaan beberapa persepuluh dB pada level akan menggeser hasil sensitivitas yang dilaporkan.

Simpan konfigurasi atenuasi sebagai bagian dari prosedur pengujian, bukan sebagai pengaturan yang ditentukan operator pada saat pengujian. Prosedur yang menetapkan nilai atenuasi per langkah memudahkan pengujian diulang oleh orang yang berbeda.

Otomatisasi pengujian pada banyak unit

Pengukuran sensitivitas yang dijalankan pada banyak unit memerlukan urutan pengukuran yang otomatis, karena penyetelan level secara manual pada setiap unit memakan waktu dan menambah variasi antar pengukuran. Pada catatan aplikasi pabrikan, pengukuran sensitivitas penerima yang otomatis dilakukan dengan memanfaatkan fungsi pengurutan uji dan kemampuan mengendalikan instrumen lain dari analyzer keluaran.

Untuk pengujian yang melibatkan banyak perangkat dengan satu instrumen, switch matrix dapat dipakai untuk memperluas jumlah porta uji VNA (vector network analyzer), sumber sinyal, atau spectrum analyzer. Dengan cara itu, perpindahan antar unit dilakukan oleh sistem, bukan oleh operator.

Daftar periksa pengukuran sensitivitas

  1. Tetapkan kriteria keluaran yang dipakai dan cantumkan pada laporan.
  2. Pastikan sistem impedansi pengukuran sesuai dengan perangkat yang diuji.
  3. Ukur rugi kabel dan adaptor yang dipakai, atau gunakan nilai dari data kalibrasinya.
  4. Hitung level di masukan penerima dari setelan sumber dikurangi atenuasi dan rugi lainnya.
  5. Pastikan atenuator memiliki pengulangan yang memadai untuk pengukuran yang akan dibandingkan.
  6. Tetapkan waktu tunggu sebelum hasil dibaca.
  7. Ulangi pengukuran pada level yang sama untuk memastikan hasilnya konsisten.
  8. Catat identitas unit, kondisi uji, dan konfigurasi atenuasi untuk setiap pengukuran.
  9. Untuk pengujian banyak unit, gunakan pengurutan otomatis dan switch matrix bila diperlukan.

Menyiapkan sistem keluaran untuk pengukuran sensitivitas

Sensitivitas dinyatakan terhadap kriteria keluaran, sehingga instrumen yang mengukur keluaran perangkat yang diuji berada pada kedudukan yang sama pentingnya dengan sumber sinyalnya. Penganalisis keluaran yang dipakai harus mampu mengukur besaran yang menjadi kriteria, dan kemampuannya mengendalikan instrumen lain memungkinkan pengukuran dijalankan sebagai satu urutan yang otomatis.

Kesalahan pengukuran pada sisi keluaran langsung terbawa ke angka sensitivitas yang dilaporkan, karena kriteria keluaran dipakai sebagai penentu kapan level masukan dinyatakan memadai. Karena itu instrumen keluaran sebaiknya diverifikasi secara berkala bersama sumber sinyalnya.

Mengulang pengukuran pada beberapa level

Pengukuran pada satu titik level saja tidak menunjukkan apakah hasilnya stabil. Mengulang pengukuran pada beberapa level di sekitar kriteria memberi gambaran apakah kurva keluaran perangkat naik secara wajar atau meloncat, dan loncatan seperti itu sering menjadi tanda adanya masalah pada penyambungan atau pada perangkat itu sendiri.

Catat hasil pada tiga titik, yaitu sedikit di atas kriteria, tepat pada kriteria, dan sedikit di bawahnya. Ketiga titik itu cukup untuk menunjukkan apakah penyambungan bekerja wajar tanpa memperpanjang waktu pengujian.

Kesalahan umum

  • Melaporkan angka sensitivitas tanpa menyebut kriteria keluaran yang dipakai.
  • Mengabaikan rugi kabel dan adaptor sehingga level sebenarnya berbeda dari yang dihitung.
  • Menyetel level langsung pada sumber sinyal untuk nilai yang sangat kecil.
  • Mengganti atenuator antar unit tanpa mencatat perubahannya.
  • Membaca hasil sebelum sistem mencapai kondisi mantap.
  • Menguji satu unit secara manual lalu membandingkannya dengan hasil pengujian otomatis unit lain.
  • Mengabaikan batas daya masukan switch matrix ketika sumber sinyal disetel pada daya tinggi.

Peralatan dan konfigurasi terkait

Kesimpulan

Sensitivitas penerima adalah level masukan RF minimum yang menghasilkan kriteria keluaran tertentu, sehingga angka itu hanya bermakna bila kriterianya disebutkan. Ketelitian hasil ditentukan oleh ketepatan dan pengulangan atenuator, oleh perhitungan rugi kabel dan adaptor, dan oleh kesamaan prosedur antar pengukuran. Untuk pekerjaan pada banyak unit, pengurutan otomatis dan switch matrix mengurangi variasi yang berasal dari operator. Untuk meninjau konfigurasi pengukuran sensitivitas yang sesuai dengan perangkat Anda atau menyiapkan permintaan penawaran, tim Terastek dapat membantu mencocokkannya.

Sumber resmi

  1. Keysight Technologies, “Receiver Sensitivity Measurements Using U8903B” (Application Note 5992-0369), https://www.keysight.com/at/de/assets/7018-04671/application-notes/5992-0369.pdf — diakses 30 September 2026
  2. Siglent Technologies, “SSG6000A Series RF Signal Generator”, https://www.siglent.com/products-overview/ssg6000a/ — diakses 30 September 2026
  3. Keysight Technologies, “8494G/H, 8495G/H, 8496G/H Programmable Step Attenuators” (Data Sheet 5990-4474), https://www.keysight.com/us/en/assets/7018-02270/data-sheets/5990-4474.pdf — diakses 30 September 2026

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
WhatsApp