
Sound level meter dipilih dari tiga hal: standar yang harus dipenuhi, rentang ukur yang dibutuhkan, dan apakah alat tersebut memiliki fasilitas kalibrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk pekerjaan yang hasilnya dipakai sebagai bukti kepatuhan, standar yang relevan adalah IEC 61672-1, dan alat harus menyandang kelas yang sesuai — bukan sekadar menampilkan angka desibel. Dua alat dengan tampilan mirip bisa berbeda kelas dan berbeda toleransi.
Kelas alat: class 1, class 2, dan istilah lama type 1
Standar IEC 61672-1:2013 tentang Electroacoustics — Sound level meters — Part 1: Specifications adalah acuan yang dipakai produsen untuk menyatakan kelas alat. Dalam dokumentasi kepatuhan, satu instrumen sering mencantumkan beberapa standar sekaligus karena standar dan penamaannya bergeser sepanjang waktu.
Contoh nyata dari dokumentasi resmi sebuah sound level meter class 1 menunjukkan daftar kepatuhan berikut:
| Standar | Penamaan yang dipakai |
|---|---|
| IEC 61672-1 (2013) | class 1, group X/Z |
| IEC 61672-1:2002-05 | class 1, group X/Z |
| IEC 60804 (2000-10) | type 1, group X/Z |
| ANSI/ASA S1.4, Part-2014 | class 1, group X/Z |
| ANSI S1.43 – 1997 | type 1 |
| EN/IEC 61260-1:2014 | Filter octave dan fractional-octave band |
Pelajaran praktisnya: istilah type 1 pada standar lama dan class 1 pada standar IEC 61672 merujuk pada tingkat akurasi yang sama-sama tinggi. Jika dokumen tender menyebut “type 1” karena mengacu pada standar lama, alat class 1 modern tetap memenuhinya — dan sebaliknya dokumen kepatuhan alat modern biasanya mencantumkan keduanya. Yang tidak boleh dilakukan adalah menyimpulkan kelas alat hanya dari brosur penjual; mintakan daftar kepatuhan standar yang menyertakan nomor dan tahun standar.
Spesifikasi yang harus dibandingkan
| Spesifikasi | Mengapa penting | Contoh nilai pada alat class 1 |
|---|---|---|
| Rentang ukur | Menentukan apakah kebisingan sangat rendah dan sangat tinggi masih terukur | Satu rentang 22,7 – 140,6 dB(A) dari noise floor hingga level maksimum |
| Rentang frekuensi | Menentukan cakupan untuk analisis dan spektrum | 6 Hz – 20 kHz |
| Weighting | A untuk persepsi manusia dan regulasi, C dan Z untuk level dan puncak | A, B, C, dan Z, hingga dua weighting secara paralel |
| Time weighting | Menentukan respons terhadap perubahan level | F (fast) dan S (slow) |
| Parameter tersedia | Menentukan analisis apa yang bisa dilakukan tanpa alat tambahan | Level sesaat, LXYmax, LXYmin, LXpeak, LXeq, LAIeq, LAImax, LAFTeq, dan percentiles statistik |
| Penyimpanan dan transfer | Menentukan kelayakan pengukuran lapangan berdurasi panjang | Penyimpanan internal 16 GB; transfer otomatis ke jaringan atau media USB |
| Fasilitas kalibrasi | Menentukan ketertelusuran hasil | Kalibrasi memakai Sound Calibrator Type 4231 atau kalibrator lain; kalibrasi awal disimpan sebagai pembanding dan riwayat kalibrasi dapat dilihat pada instrumen |
| Ketahanan lingkungan | Menentukan kelayakan pemakaian dalam dan luar ruangan | Desain kokoh untuk pemakaian indoor dan outdoor; windscreen terdeteksi otomatis |
| Data posisi | Menentukan kelengkapan dokumentasi pengukuran area | Data GPS berupa latitude dan longitude |
Mode kerja menentukan kelengkapan paket
Pada alat modern, fungsi sering dipisahkan menjadi beberapa modul aplikasi yang diaktifkan dengan lisensi. Contohnya: pengukuran broadband dasar, penilaian kebisingan lingkungan, penilaian kebisingan kerja, dan inspeksi kebisingan knalpot kendaraan. Ini penting saat pengadaan karena harga dan kelengkapan bergantung pada modul mana yang diaktifkan, bukan hanya pada unit instrumennya.
Tentukan lebih dulu pekerjaan apa yang akan dilakukan — pengukuran kebisingan kerja, kebisingan lingkungan, atau keduanya — karena keputusan ini menentukan modul yang harus diminta sejak awal.
Checklist pengadaan sound level meter
- Kelas alat dan daftar kepatuhan standar lengkap dengan nomor dan tahun standar.
- Rentang ukur minimum dan maksimum, dalam dB(A).
- Rentang frekuensi.
- Weighting yang tersedia (A, B, C, Z) dan apakah bisa dipakai paralel.
- Time weighting F dan S.
- Parameter yang tersedia: level sesaat, maksimum, minimum, puncak, Leq, dan percentiles statistik.
- Kapasitas penyimpanan dan cara transfer data.
- Kalibrator yang kompatibel, dan apakah proses kalibrasi terdeteksi otomatis.
- Riwayat kalibrasi yang dapat ditampilkan dari instrumen.
- Ketahanan untuk pemakaian luar ruangan dan ketersediaan windscreen.
- Modul atau lisensi aplikasi yang disertakan.
- Data GPS dan kemampuan dokumentasi lokasi.
Kesalahan umum
- Memilih berdasarkan rentang desibel terbesar tanpa memeriksa kelas alat dan standar kepatuhannya.
- Mengira istilah “type 1” dan “class 1” menunjuk tingkat akurasi yang berbeda.
- Tidak menanyakan modul aplikasi yang disertakan, lalu menemukan fungsi yang dibutuhkan tidak aktif.
- Mengabaikan fasilitas kalibrasi sampai pengukuran pertama harus dipertanggungjawabkan.
- Memakai alat di luar ruangan tanpa windscreen, sehingga angin terbaca sebagai kebisingan.
Peralatan dan konfigurasi terkait
Lihat kategori Acoustics & Microphone dan aplikasi Pengujian Suara & Getaran. Untuk pengukuran berbasis mikrofon dan preamplifier, contohnya PCB Piezotronics 377 Measurement Microphone Series dan PCB Piezotronics 378B02 Series dengan TEDS. Setelah alat dipilih, lanjutkan ke panduan pengukuran kebisingan di tempat kerja dan panduan weighting dan kalibrasi akustik.
Kesimpulan
Untuk pekerjaan yang harus dipertanggungjawabkan, kelas alat dan daftar kepatuhan standar adalah syarat masuk, bukan nilai tambah. Setelah itu barulah rentang ukur, parameter, modul aplikasi, dan fasilitas kalibrasi menentukan apakah alat cocok untuk pekerjaan yang dimaksud.
Sumber resmi
- Brüel & Kjær — Product Data: B&K 2245 Sound Level Meter (bp0029)
- PCB Piezotronics — Acoustic Condenser Microphones & Preamplifiers
Sumber ditinjau: 26 September 2026. Hubungi Terastek untuk review pemilihan sound level meter, kelas alat, dan modul pengukuran yang dibutuhkan.
