
Mode electronic load menentukan perilaku arus yang diserap dari DUT. CC mempertahankan arus, CR membuat arus mengikuti tegangan melalui resistansi, CV mempertahankan tegangan di input load, dan CP mempertahankan daya. Pemilihan mode harus mengikuti pertanyaan pengujian: apakah ingin meniru resistor, current sink, voltage clamp, atau beban dengan daya tetap?
1. CC — Constant Current
Dalam mode CC, electronic load menyerap arus sesuai setpoint meskipun tegangan sumber berubah, selama operating range dan power limit tidak terlampaui. Mode ini umum untuk uji power supply pada beban arus tertentu dan discharge battery dengan current profile tetap.
CC cocok ketika acceptance criterion ditulis sebagai “arus sekian ampere”, tetapi tetap pantau power yang diserap. Saat tegangan naik, daya naik; saat tegangan turun, load dapat mendekati compliance atau cutoff.
2. CR — Constant Resistance
Dalam mode CR, load menyerap arus yang secara ideal mengikuti hubungan I = V/R. Ketika tegangan sumber turun, arus juga turun. Ini berguna ketika ingin meniru beban resistif atau menguji interaksi sumber dengan impedansi tertentu.
CR bukan resistor pasif biasa. Control loop electronic load dapat memiliki response, minimum operating voltage, dan batas slew rate. Untuk converter yang tidak stabil pada beban tertentu, karakteristik control loop load ikut memengaruhi hasil.
3. CV — Constant Voltage
Dalam mode CV, load mengatur arus agar tegangan di terminal input load berada di setpoint. Mode ini dapat membantu pengujian sumber tertentu yang harus beroperasi terhadap batas tegangan atau karakteristik clamp. Karena load aktif menyesuaikan arus, periksa stability, current limit, dan UVP.
CV pada electronic load jangan disamakan dengan CV pada power supply: power supply mencoba mempertahankan tegangan sambil memberi energi, sedangkan load mencoba menyerap arus untuk mengendalikan tegangan input-nya.
4. CP — Constant Power
Dalam mode CP, load mengatur arus agar P = V × I tetap pada setpoint. Ketika tegangan turun, arus yang diperlukan naik. Karena itu CP dapat menghasilkan perubahan arus yang lebih tajam dibanding CR dan perlu diperiksa terhadap current limit, power limit, bandwidth, serta stability DUT.
CP berguna untuk meniru perangkat yang mengonsumsi daya relatif konstan, tetapi bukan pilihan otomatis untuk semua battery test. Battery dengan voltage curve menurun dapat melihat arus discharge yang meningkat, sehingga thermal dan cutoff harus disiapkan.
5. Perbandingan singkat
| Mode | Variabel yang dijaga | Perilaku saat voltage turun | Contoh penggunaan |
|---|---|---|---|
| CC | Arus | Arus tetap sampai limit/compliance. | Power-supply load test, battery discharge. |
| CR | Resistansi | Arus turun mengikuti voltage. | Simulasi resistor dan converter load. |
| CV | Tegangan di input load | Load menyesuaikan arus untuk menjaga voltage. | Voltage clamp dan karakterisasi sumber tertentu. |
| CP | Daya | Arus cenderung naik saat voltage turun. | Simulasi constant-power device. |
6. Pulse, sine, dan slew rate
Mode dasar menjelaskan titik operasi; dynamic function menjelaskan perpindahan antar-titik. Pulse mengubah load antara dua level. Sine menambahkan variasi arus periodik. Slew rate menentukan kecepatan perubahan. Trigger output membantu menghubungkan perubahan load dengan oscilloscope atau DAQ.
Gunakan waveform current-step untuk mengevaluasi overshoot, settling, oscillation, dan response source. Catat level awal/akhir, rise/fall time, frequency, duty cycle, trigger delay, wiring, dan measurement bandwidth.
7. Cara memilih mode untuk test plan
- Definisikan model beban yang ingin ditiru: resistor, current sink, voltage clamp, atau constant-power device.
- Hitung operating envelope V, I, dan P di seluruh sweep.
- Periksa stability pada mode dan slew rate yang dipilih.
- Set UVP, OVP, current limit, power limit, dan thermal protection.
- Mulai dari profile konservatif, lalu naikkan step dan slew secara bertahap.
- Simpan current, voltage, power, mode, step, trigger, dan alarm dalam raw data.
8. Electronic load yang dapat dibandingkan
Kikusui PLZ-5W SR relevan untuk high-power programmable load, sementara EA Bench Electronic Loads cocok dijadikan pembanding untuk bench testing. Untuk regenerative load, lihat EA-EL/ELR. Untuk battery cycling, bandingkan Kikusui PFX2500 atau EA-BT 20000 Series.
Kesimpulan
CC, CR, CV, dan CP bukan label kosmetik; masing-masing menghasilkan stimulus berbeda pada power supply, converter, battery, atau DUT. Pilih mode dari model beban yang ingin ditiru, lalu validasi operating envelope, dynamic response, stability, protection, dan data logging.
Sumber resmi
- Kikusui — PLZ-5W/5WZ: CC, CR, CV, CP, Pulse, and Battery Testing
- Kikusui — PLZ-5WH2 High-Power Electronic Load
- EA Elektro-Automatik — DC Electronic Loads
Source reviewed: 22 September 2026. Visual source: Kikusui Electronics Corp. Hubungi Terastek untuk pemilihan mode load, dynamic test, dan battery application.
