
Mengukur kabel, konektor, dan filter dengan vector network analyzer (VNA) berarti mengukur dua hal pada setiap titik frekuensi: berapa banyak sinyal yang lewat, dan berapa banyak yang dipantulkan. Insertion loss menjawab pertanyaan pertama, return loss menjawab yang kedua. Karena VNA mengukur amplitudo sekaligus fase pada sinyal sapuan frekuensi, kedua besaran itu terlihat sebagai kurva terhadap frekuensi, bukan sebagai satu angka tunggal. Panduan ini membahas urutan pengukuran, sumbangan kabel uji terhadap hasil, dan cara membaca kurva yang dihasilkan.
Mengapa pengukuran sapuan frekuensi, bukan satu titik
Analisis jaringan adalah proses mengukur kinerja elektrik komponen dan rangkaian yang dipakai dalam sistem yang lebih besar. Ketika sistem tersebut membawa sinyal berisi informasi, yang paling diperhatikan adalah mengirim sinyal dari satu titik ke titik lain dengan efisiensi maksimum dan distorsi minimum. Analisis jaringan vektor adalah cara mengarakterisasi komponen tersebut secara akurat dengan mengukur pengaruhnya terhadap amplitudo dan fase sinyal uji yang disapu frekuensinya.
Konsekuensinya praktis: hasil pengukuran kabel atau filter berbentuk kurva insertion loss dan return loss terhadap frekuensi. Satu angka pada satu frekuensi tidak cukup untuk menyatakan sebuah kabel atau filter baik, karena masalah biasanya muncul pada rentang frekuensi tertentu saja.
Line sweeping: mengukur atenuasi dan return loss sepanjang kabel
Pada sistem komunikasi RF dan gelombang mikro, pengukuran sering dilakukan pada kabel koaksial yang menghubungkan pemancar ke antena atau antena ke penerima. Proses ini disebut line sweeping, dan hasilnya adalah pengukuran atenuasi sinyal serta return loss sebagai fungsi frekuensi. Selain kedua kurva itu, banyak analyzer RF menyediakan pengukuran distance-to-fault (DTF) yang membantu memperkirakan lokasi fisik kerusakan atau gangguan sepanjang saluran transmisi.
Pengujian saluran transmisi tidak terbatas pada kabel koaksial. Sistem dengan waveguide atau kabel twisted pair dapat dikarakterisasi setelah adaptor yang sesuai dipasang antara saluran transmisi dan antarmuka koaksial pada analyzer.
Tabel: pengukuran, besaran, dan yang perlu diperhatikan
| Pengukuran | Besaran | Yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Insertion loss | S21, atenuasi terhadap frekuensi | Sumbangan kabel uji dan adaptor ikut terbaca bila kalibrasi tidak di titik acuan yang benar |
| Return loss | S11, daya terpantul | Perubahan konektor dan kekencangan sambungan menggeser hasil |
| VSWR antena | Rasio tegangan berdiri | Pengukuran di lokasi pemasangan terpengaruh lingkungan sekitar antena |
| Distance-to-fault | Posisi gangguan sepanjang saluran | Perlu kecepatan propagasi kabel yang benar |
| Isolasi antena ke antena | Kopling antar antena | Diperlukan pada instalasi dengan beberapa antena |
Urutan pengukuran yang dapat diulang
- Tentukan besaran yang akan diukur: insertion loss, return loss, atau keduanya.
- Tetapkan rentang frekuensi sesuai pita kerja perangkat yang diuji.
- Pasang adaptor yang diperlukan sebelum kalibrasi, bukan sesudahnya.
- Lakukan kalibrasi pada bidang acuan (reference plane) di ujung yang akan dihubungkan ke perangkat.
- Ukur kabel atau filter, lalu simpan kurvanya bersama identitas perangkat.
- Bandingkan hasil antarunit dengan pengaturan yang sama sebelum menyimpulkan ada penyimpangan.
- Ulangi pengukuran pada sambungan yang berbeda untuk memisahkan pengaruh konektor dari pengaruh perangkat.
- Catat suhu dan kondisi pemasangan bila pengukuran dilakukan di lapangan.
Sumbangan kabel uji: penyebab hasil yang menyesatkan
Kabel uji yang menghubungkan analyzer ke perangkat memiliki atenuasi dan pantulan sendiri. Bila kalibrasi dilakukan di ujung kabel uji, maka kabel uji dikecualikan dari hasil. Bila kalibrasi dilakukan di ujung adaptor sementara pengukuran dilakukan setelah kabel tambahan, kabel tambahan itu ikut terukur sebagai bagian dari perangkat.
Untuk memisahkan pengaruh kabel uji, ukur satu perangkat yang sama dengan dua panjang kabel uji berbeda. Selisih insertion loss yang muncul di antara keduanya adalah sumbangan panjang kabel tambahan, dan angka itu dipakai sebagai koreksi kasar saat memeriksa hasil di lapangan. Metode ini bukan pengganti kalibrasi, tetapi berguna untuk menilai kewajaran hasil sebelum menyalahkan perangkat.
Dari daya terukur ke return loss
Return loss dinyatakan dalam desibel dan bernilai positif untuk perangkat yang baik. Bila dari daya datang 0 dBm terdapat daya terpantul −20 dBm, maka return loss = 0 dBm − (−20 dBm) = 20 dB. Semakin besar angkanya, semakin sedikit daya yang terpantul. Karena itu angka return loss 20 dB lebih baik daripada 10 dB, berbeda dari insertion loss yang selalu diinginkan kecil. Aturan tanda ini adalah konvensi perhitungan Terastek; yang penting adalah konsisten membaca kurva pada rentang frekuensi yang sama.
Mengukur antena di lokasi pemasangan
Pada instalasi antena, pengukuran dalam bentuk pantulan sinyal atau return loss dan voltage standing wave ratio (VSWR) membantu memverifikasi kinerja antena di lokasi pemasangan. Bila lokasi tersebut memerlukan beberapa antena, baik untuk sistem yang sama maupun sistem berbeda, pengukuran isolasi antena ke antena juga diperlukan untuk memastikan antena yang berdekatan tidak saling mengganggu.
Ukur antena pada kondisi terpasang, bukan hanya di bangku kerja. Lingkungan sekitar antena memengaruhi hasil pengukuran pantulan, sehingga kurva yang diukur di laboratorium tanpa struktur di sekitarnya tidak mewakili kinerja setelah antena terpasang di tiang atau atap.
Menyimpan dan membandingkan hasil antarunit
Nilai pengukuran sapuan frekuensi menjadi berguna ketika dapat dibandingkan. Simpan kurva beserta rentang frekuensi, pengaturan pengukuran, dan identitas perangkat yang diuji, sehingga perbandingan antarunit atau antarwaktu dilakukan pada dasar yang sama. Untuk pengujian berulang, tetapkan satu konfigurasi acuan dan pakai konfigurasi itu setiap kali pengukuran pembanding dilakukan.
Mengukur filter dan attenuator: apa yang dicari pada kurva
Pada filter, kurva insertion loss memperlihatkan pita lewat (passband), pita henti (stopband), dan daerah transisi di antaranya. Yang diperiksa biasanya adalah kerataan pita lewat, seberapa dalam redaman di pita henti, dan seberapa tajam transisi antar keduanya. Pada attenuator, yang diperiksa adalah nilai atenuasi terhadap frekuensi dan seberapa tetap nilainya di rentang frekuensi yang dipakai. Karena keduanya perangkat dua port, pengukuran memerlukan kalibrasi dua port agar arah transmisi ikut terkoreksi.
Bandingkan bentuk kurva antarunit pada rentang frekuensi kerja, bukan hanya pada satu titik tengah pita. Cacat produksi pada filter biasanya muncul sebagai perubahan bentuk kurva di tepi pita, sementara nilai pada titik tengah pita masih terlihat normal.
Kesalahan umum
- Mengukur insertion loss tanpa mempertimbangkan kabel uji dan adaptor yang ikut tersambung.
- Membandingkan hasil dua unit yang diukur dengan pengaturan rentang frekuensi berbeda.
- Menyimpulkan konektor rusak dari satu pengukuran pada satu frekuensi saja.
- Memasang adaptor setelah kalibrasi sehingga adaptor tidak terkoreksi.
- Membaca kurva return loss dengan asumsi angka kecil selalu lebih baik.
- Mengabaikan kecepatan propagasi kabel saat membaca hasil distance-to-fault.
Peralatan dan konfigurasi terkait
- Keysight P5008A — Streamline Series USB Vector Network Analyzer
- Keysight P9375A — Streamline USB Vector Network Analyzer, 26,5 GHz
- Keysight E5063A — ENA Vector Network Analyzer
- Anritsu MS46322B — Economy Vector Network Analyzer
- Kategori: Network Analyzer · Merek: Keysight
- Hub aplikasi: Pengujian Telekomunikasi & RF
- Artikel terkait: Vector Network Analyzer untuk RF: Parameter Pembelian dan Aksesori
- Artikel serumpun: Kalibrasi VNA dan Koreksi Galat, VNA USB vs Benchtop
Kesimpulan
Pengukuran kabel, konektor, dan filter dengan VNA pada dasarnya adalah membaca dua kurva terhadap frekuensi: seberapa besar sinyal yang lewat dan seberapa besar yang terpantul. Pastikan bidang acuan kalibrasi berada di ujung yang tepat, perlakukan kabel uji dan adaptor sebagai bagian dari sistem pengukuran, dan bandingkan hasil antarunit dengan pengaturan yang identik. Untuk meninjau spesifikasi VNA dan aksesori pengukuran RF yang sesuai dengan pengujian Anda atau menyiapkan permintaan penawaran, tim Terastek dapat membantu mencocokkannya.
Sumber resmi
- Keysight Technologies, “Techniques for Precise Cable and Antenna Measurements in the Field” (Application Note), https://www.keysight.com/us/en/assets/7018-03477/application-notes/5991-0419.pdf — diakses 28 September 2026
- Keysight Technologies, “Understanding the Fundamental Principles of Vector Network Analysis” (Application Note), https://www.keysight.com/us/en/assets/7018-06841/application-notes/5965-7707.pdf — diakses 28 September 2026
- Keysight Technologies, “Applying Error Correction to Vector Network Analyzer Measurements” (Application Note), https://www.keysight.com/us/en/assets/7018-06761/application-notes/5965-7709.pdf — diakses 28 September 2026
