
Signal generator untuk R&D harus dipilih dari kondisi stimulus yang ingin dibuat: rentang frekuensi, jenis waveform atau modulation, bandwidth, output level, signal purity, switching speed, dan jumlah kanal. Keysight menempatkan frequency range, signal purity, modulation bandwidth, output power, dan switching speed sebagai faktor penting untuk vector signal generator. Jangan memilih hanya berdasarkan frekuensi maksimum.
Parameter yang harus masuk ke requirement
| Parameter | Pertanyaan pembelian |
|---|---|
| Frequency range | Berapa frekuensi carrier minimum dan maksimum? Perlu harmonic atau sweep? |
| Waveform/modulation | CW, AM, FM, PM, pulse, IQ, digital modulation, chirp, atau custom I/Q? |
| Modulation bandwidth | Berapa bandwidth occupied signal dan margin untuk waveform yang akan diuji? |
| Output level | Rentang level, step size, flatness, reverse power tolerance, dan level accuracy? |
| Signal purity | Phase noise, harmonics, spurious, residual FM, dan carrier leakage yang diizinkan? |
| Automation | LAN/USB/GPIB, SCPI, list/sweep, trigger, reference clock, dan software? |
Analog RF atau vector?
Analog RF generator cocok untuk carrier CW, AM/FM/PM, sweep, level calibration, dan pengujian dasar. Vector signal generator diperlukan ketika stimulus membawa I/Q atau modulation digital yang harus direplikasi, termasuk channel bandwidth dan impairment tertentu. Untuk R&D wireless, pastikan waveform tersedia atau dapat dibuat dengan software yang kompatibel.
Untuk starting point yang sederhana, generator dengan rentang dan level cukup sering lebih berguna daripada model berfitur tinggi yang tidak dipakai. Namun, jika roadmap produk mencakup wideband communication, radar, atau receiver sensitivity, sisakan margin bandwidth, reference, dan external I/Q.
Output level bukan sekadar angka maksimum
Level harus dinyatakan pada frekuensi dan mode yang relevan. Periksa level accuracy, flatness, attenuator step, output impedance, reverse power protection, dan apakah level ditampilkan sebagai dBm, dBµV, atau volt. Pada DUT sensitif, tambahkan external attenuator, isolator, filter, atau power meter sesuai kebutuhan. Simpan level di titik DUT, bukan hanya setting generator.
Checklist untuk R&D
- Tulis carrier range dan occupied bandwidth dari DUT.
- Daftarkan modulation serta waveform file yang akan digunakan.
- Tentukan level di connector DUT dan kebutuhan sweep/list.
- Catat phase-noise, spur, harmonic, dan reference-clock requirement.
- Pastikan trigger dan SCPI dapat diintegrasikan dengan analyzer atau controller.
- Uji fixture, cable loss, mismatch, dan calibration plan.
Contoh pemetaan kebutuhan
| Use case | Fitur utama | Instrumen yang perlu dipasangkan |
|---|---|---|
| Receiver sensitivity | Stable low-level carrier, sweep frequency/level, low noise. | Power meter atau analyzer untuk verifikasi level. |
| Wireless protocol | Vector modulation, I/Q bandwidth, waveform playback. | Signal analyzer untuk EVM dan spectrum mask. |
| Amplifier characterization | Power sweep, harmonic purity, protection, and logging. | Power sensor, analyzer, attenuator, coupler. |
| Education/service | Simple CW/AM/FM, clear UI, repeatable presets. | Oscilloscope atau frequency counter. |
Pilihan di katalog Terastek
Bandingkan Keysight X-Series Signal Generator (CXG, EXG, MXG) untuk platform RF/vector, Anritsu MG3710E untuk vector signal generation, dan Anritsu MG3740A untuk analog RF. Untuk waveform bench, lihat Siglent SDG6000X dan kategori generator sinyal.
Kesimpulan
Spesifikasi pembelian yang sehat menyebutkan carrier, modulation bandwidth, waveform, output level di DUT, purity, switching, reference, dan automation. Pilih analog atau vector dari stimulus yang benar-benar diperlukan, lalu verifikasi chain dengan analyzer atau power sensor.
Sumber resmi
- Keysight — Vector Signal Generators Buying Guide
- Keysight — Selecting a Signal Generator
- Anritsu — Signal Generators
Source reviewed: 22 September 2026. Hubungi Terastek untuk pemilihan signal generator, waveform, modulation, level, dan automation.
