Deteksi Bearing Rusak dengan Analisis Getaran: Workflow dari Sensor hingga Diagnosis

Ilustrasi accelerometer pada bearing housing dan analisis FFT untuk deteksi kerusakan bearing
Ilustrasi untuk analisis getaran bearing.

Bearing yang mulai rusak sering memberi tanda pada sinyal getaran sebelum kerusakan terlihat atau terdengar jelas. Workflow yang dapat diulang menggabungkan accelerometer, pemasangan yang konsisten, akuisisi data, time waveform, FFT, envelope analysis, dan informasi speed/bearing geometry.

Dewesoft mendokumentasikan measurement chain berbasis accelerometer dan data acquisition untuk diagnosis bearing, termasuk FFT dan envelope analysis. Artikel ini menyusun workflow praktis untuk tim reliability, maintenance, dan engineering tanpa menganggap satu nilai RMS sebagai diagnosis final.

1. Bedakan screening dari diagnosis

  • Screening: melihat perubahan overall vibration atau trend terhadap baseline.
  • Diagnosis: mencari pola periodik, harmonics, sidebands, impact, dan bearing characteristic frequency.
  • Verification: mengulang pengukuran pada titik, arah, speed, dan load yang sama setelah tindakan maintenance.

Overall value dapat memberi alarm awal, tetapi tidak selalu memberi tahu apakah sumbernya bearing outer race, inner race, rolling element, cage, imbalance, misalignment, looseness, atau sumber lain. Diagnosis perlu data mentah dan konteks operasi.

2. Bangun measurement chain yang konsisten

Diagram profesional workflow deteksi bearing dari sensor mounting time waveform FFT hingga envelope analysis
Workflow diagnosis bearing dari titik ukur hingga keputusan maintenance.
Bagian Keputusan teknis Kesalahan umum
Sensor IEPE, charge, atau sensor lain dengan range dan bandwidth sesuai. Memilih sensor tanpa memperhitungkan frequency band fault.
Mounting Posisi, arah radial/axial, stud/magnet/adhesive, dan repeatability. Memindahkan titik ukur sehingga trend berubah karena setup.
DAQ Input conditioning, sampling, anti-alias, channel synchronization, dan calibration. Sampling atau range tidak cukup untuk impact dan resonance.
Speed RPM atau tachometer untuk menghubungkan frequency dengan putaran. Membandingkan FFT pada speed berbeda tanpa normalisasi.

Dewesoft memberi contoh chain PCB accelerometer, IOLITE data acquisition, dan DewesoftX untuk recording serta FFT. Merek bukan satu-satunya faktor; yang penting adalah kecocokan sensor, conditioning, DAQ, software, dan prosedur.

3. Mulai dengan time waveform

Time waveform menunjukkan kapan impact terjadi, seberapa berulang, dan apakah sinyal mengalami impuls atau modulation. Impact lokal pada bearing dapat membangkitkan resonansi frekuensi tinggi yang berulang mengikuti geometri bearing dan rotational speed.

Catat speed, load, temperatur, posisi sensor, arah sensor, dan kondisi mesin. Tanpa catatan ini, waveform yang berubah belum tentu menandakan bearing memburuk.

4. Gunakan FFT untuk melihat struktur frequency

FFT mengubah data time-domain menjadi frequency-domain sehingga komponen periodik dapat dibandingkan dengan rotational frequency, harmonics, gear mesh, dan bearing characteristic frequencies. Dewesoft menyediakan FFT resolution, markers, bearing cursor, harmonic marker, sideband marker, dan waterfall/spectrogram pada workflow analisisnya.

  • Gunakan baseline mesin sehat pada kondisi speed dan load yang sebanding.
  • Periksa fundamental rotation dan harmonics sebelum menyimpulkan bearing fault.
  • Bandingkan beberapa titik untuk membedakan sumber lokal dan resonansi struktur.
  • Gunakan frequency resolution yang cukup untuk memisahkan peak yang berdekatan.

5. Kapan envelope analysis membantu?

Envelope analysis atau demodulation mengekstrak pola impact berulang yang termodulasi pada resonance frekuensi tinggi. Dewesoft menjelaskan bahwa teknik ini digunakan untuk mendeteksi dan mendiagnosis fault pada rolling-element bearing serta gear.

Workflow umumnya mencakup pemilihan signal acceleration, filtering atau bandwidth yang sesuai, envelope detection, FFT dari envelope, lalu pembandingan dengan kinematic markers. Database bearing membantu mengaitkan peak dengan outer race, inner race, rolling element, atau cage. Jika bearing tidak tersedia, data geometry yang benar perlu ditambahkan.

Hasil yang terlihat Interpretasi awal Konfirmasi yang dibutuhkan
Peak periodik pada bearing frequency Indikasi pola fault komponen bearing. Speed, geometry, harmonics, sidebands, dan repeatability.
Impact tinggi tanpa pola stabil Bisa looseness, rubbing, transient, atau noise. Time waveform, mounting, visual inspection, dan kondisi operasi.
Overall naik tetapi FFT tidak jelas Fault belum spesifik atau bandwidth/measurement belum cukup. Sensor, range, frequency band, load, dan envelope setting.

6. Waspadai variable speed dan false positive

Peak bearing bergerak ketika rotational speed berubah. Dewesoft menjelaskan bahwa kinematic markers dapat mengikuti speed aktual pada machinery yang variable RPM. Karena itu, trend berbasis frequency tetap perlu speed reference atau order tracking bila kondisi operasi berubah luas.

False positive dapat muncul karena mounting longgar, kabel bergerak, sensor saturasi, resonance housing, perubahan load, gear mesh, cavitation, atau sumber getaran dari mesin lain. Validasi dengan reference accelerometer, pengukuran di beberapa titik, dan inspeksi mekanis.

7. Workflow lapangan

  1. Tentukan mesin, bearing, speed range, load, dan fault yang ingin dicari.
  2. Dokumentasikan titik dan arah sensor; gunakan metode mounting yang repeatable.
  3. Ambil baseline time waveform, overall, FFT, dan speed pada kondisi sehat.
  4. Ulangi pada kondisi fault atau trend alarm tanpa mengubah setup.
  5. Gunakan envelope ketika targetnya impact bearing atau gear yang termodulasi resonance.
  6. Bandingkan peak dengan bearing geometry, rotational speed, harmonics, dan sidebands.
  7. Konfirmasi dengan pengukuran ulang dan inspeksi sebelum membuat keputusan penggantian.

Jalur produk di Terastek

Untuk sensor, lihat PCB Piezotronics 602 Industrial Accelerometer Series, PCB Piezotronics 333B Accelerometer Series, dan PCB Piezotronics 639A91 Triaxial Accelerometer Series. Untuk akuisisi dan analisis, bandingkan Dewesoft IOLITE Rack, DEWE-43A, atau SIRIUS XR. Hubungkan hasil dengan panduan memilih vibration tester dan konsultasikan titik ukur melalui halaman kontak.

Sumber resmi

Terakhir ditinjau: 21 September 2026. Diagnosis bearing memerlukan baseline, speed, sensor, mounting, dan validasi kondisi mesin; jangan mengganti komponen hanya dari satu indikator.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
WhatsApp