
Dua chamber dengan rentang suhu yang sama dapat memberikan hasil pengujian yang berbeda pada spesimen yang sama. Penyebabnya jarang ada pada setpoint, dan hampir selalu ada pada tiga hal: seberapa merata suhu di dalam ruang kerja, seberapa besar selisih antara suhu ruang kerja dan suhu yang ditampilkan kendali, serta berapa lama spesimen benar-benar berada pada suhu yang dituju.
Keseragaman, deviasi, dan fluktuasi bukan hal yang sama
Keseragaman suhu menyatakan seberapa merata suhu tersebar di dalam ruang kerja pada satu saat. Deviasi menyatakan selisih antara suhu pada suatu titik dengan suhu yang ditunjukkan sistem kendali. Fluktuasi menyatakan perubahan suhu pada satu titik terhadap waktu ketika chamber dipertahankan pada satu setpoint.
Ketiga parameter itu diukur dengan cara yang berbeda dan menjawab pertanyaan yang berbeda. Keseragaman menjawab apakah dua spesimen pada posisi berbeda menerima kondisi yang sama. Deviasi menjawab apakah setpoint pada prosedur benar-benar tercapai di ruang kerja. Fluktuasi menjawab seberapa stabil kondisi itu selama waktu perendaman.
Satu angka saja tidak cukup untuk menilai chamber. Chamber dengan keseragaman baik tetapi fluktuasi besar tetap menghasilkan pengujian yang sulit diulang, dan chamber dengan fluktuasi kecil tetapi deviasi besar menghasilkan pengujian yang konsisten pada suhu yang salah.
Cara standar mengukur keseragaman suhu
Beberapa metode pengukuran baku dipakai untuk menetapkan keseragaman, dan hasilnya berbeda menurut metode yang dipakai. Karena itu angka keseragaman hanya dapat dibandingkan bila metode pengukurannya disebutkan.
- Metode BS 389-1965. Setelah stabilisasi selama 2 jam, data termokopel diferensial dicatat selama 2 jam. Deviasi setiap titik terhadap titik pusat dirata-ratakan, dan nilai rata-rata terbesar ditetapkan sebagai keseragaman, dengan batas tidak melebihi ±0,5 °C.
- Metode asosiasi pabrikan peralatan uji Jepang. Lima sensor ditempatkan pada empat sudut dan titik pusat. Setelah stabilisasi, setiap titik dibaca sepuluh kali, dan deviasi rata-rata terbesar terhadap titik pusat ditetapkan sebagai keseragaman. Metode ini juga dipakai oleh pabrikan chamber.
- Metode ASTM D2436-68. Sembilan termokopel dipakai, yaitu satu di pusat dan delapan di sudut, dengan waktu pengukuran yang jauh lebih lama dibandingkan metode lain.
Perhatikan bahwa ketiga metode memakai jumlah sensor, waktu stabilisasi, dan jumlah pembacaan yang berbeda. Angka keseragaman yang dinyatakan tanpa menyebut metodenya tidak dapat dibandingkan dengan angka dari lembar data lain.
Konfirmasi kinerja dilakukan tanpa spesimen
Standar pengujian lingkungan menyatakan secara eksplisit bahwa konfirmasi kinerja chamber dilakukan tanpa spesimen di dalam ruang kerja. IEC 60068-3-5:2018 menyatakan metode konfirmasi bahwa temperature test chamber memenuhi persyaratan prosedur uji iklim IEC 60068-2, dan IEC 60068-3-6:2018 menyatakan hal yang sama untuk chamber suhu dan kelembapan. Keduanya ditujukan bagi pengguna yang melakukan pemantauan kinerja chamber secara berkala.
Konsekuensinya harus dipahami dengan tepat. Angka keseragaman pada lembar data dan pada laporan kalibrasi berlaku pada chamber kosong. Setelah spesimen dimasukkan, sebagian volume terisi, aliran udara berubah, dan massa termal bertambah. Chamber yang lolos konfirmasi tanpa spesimen tetap dapat menghasilkan sebaran suhu yang berbeda ketika diisi penuh.
Karena itu pengujian yang menuntut bukti kinerja sebaiknya menyertakan pemantauan suhu pada spesimen itu sendiri, bukan hanya mengandalkan suhu ruang kerja yang ditampilkan sistem kendali.
Waktu perendaman dan keterlambatan termal
Waktu perendaman adalah waktu selama spesimen berada pada suhu yang dituju, dan waktu itu tidak sama dengan waktu selama chamber berada pada setpoint. Ketika laju perubahan suhu dinaikkan, selisih antara suhu udara dan suhu spesimen juga bertambah, karena spesimen mengikuti perubahan melalui jalur termalnya sendiri.
Perhitungan sederhana untuk menunjukkan skalanya. Transisi dari −40 °C ke +125 °C mencakup 165 K. Pada laju 15 K/min, suhu udara memerlukan sekitar 11 menit untuk menempuh rentang itu. Pada laju 20 K/min, waktunya sekitar 8,25 menit. Namun spesimen dapat memerlukan waktu tambahan yang lebih lama daripada seluruh transisi udara itu untuk mencapai suhu yang sama, terutama bila massanya besar atau fixture-nya menjadi jalur termal tambahan.
Karena itu standar siklus suhu untuk komponen elektronik menyatakan persyaratan laju perubahan pada suhu spesimen, bukan suhu udara. Satu keluarga chamber siklus suhu cepat menyatakan laju perubahan suhu spesimen sebesar 20 K/min pada beban glass epoxy PCB 5 kg ditambah jig 4 kg, dan menyediakan mode kendali suhu spesimen di samping mode kendali suhu udara. Beban acuan itu harus selalu ikut dibaca, karena laju yang sama pada beban yang lebih berat akan menghasilkan angka yang lebih rendah.
Tabel: parameter dan cara memeriksanya
| Parameter | Yang dinyatakan | Cara diperiksa |
|---|---|---|
| Keseragaman | Sebaran suhu di ruang kerja pada satu saat | Sensor jamak pada ruang kerja, metode dan jumlah titik disebutkan |
| Deviasi | Selisih titik ukur terhadap pembacaan kendali | Bandingkan sensor ruang kerja dengan sensor acuan terkalibrasi |
| Fluktuasi | Kestabilan suhu pada satu titik terhadap waktu | Rekam suhu pada satu titik selama setpoint dipertahankan |
| Laju perubahan suhu udara | Kecepatan perubahan suhu ruang kerja | Catat pada beban acuan yang dinyatakan pabrikan |
| Laju perubahan suhu spesimen | Kecepatan perubahan suhu benda uji | Ukur dengan sensor pada spesimen, bukan pada udara |
| Waktu perendaman | Lama spesimen berada pada suhu yang dituju | Hitung dari saat suhu spesimen tercapai |
Daftar periksa pembacaan data chamber
- Catat metode pengukuran keseragaman yang dipakai beserta jumlah titik sensornya.
- Bedakan angka keseragaman, deviasi, dan fluktuasi; jangan mencampurnya dalam satu perbandingan.
- Periksa apakah angka yang dinyatakan berlaku pada ruang kerja kosong.
- Tanyakan beban acuan untuk setiap angka laju perubahan suhu.
- Tentukan apakah pengujian menyatakan persyaratan pada suhu udara atau suhu spesimen.
- Pasang sensor pada spesimen untuk pengujian yang menyatakan persyaratan pada suhu spesimen.
- Hitung waktu perendaman dari saat suhu spesimen tercapai.
- Rekam suhu ruang kerja dan suhu spesimen sepanjang siklus, bukan hanya pada akhir siklus.
- Lakukan pemantauan kinerja chamber secara berkala sesuai standar konfirmasi yang berlaku.
- Dokumentasikan posisi sensor agar pengukuran berikutnya dapat diulang.
Kesalahan umum
- Membandingkan angka keseragaman dari dua sumber yang memakai metode pengukuran berbeda.
- Menganggap angka keseragaman berlaku setelah ruang kerja diisi penuh.
- Menghitung waktu perendaman dari saat suhu udara mencapai setpoint.
- Menyamakan laju perubahan suhu udara dengan laju perubahan suhu spesimen.
- Membandingkan laju perubahan antar chamber tanpa menyamakan beban acuannya.
- Mengandalkan pembacaan kendali tanpa sensor acuan terkalibrasi.
- Melewatkan pemantauan berkala karena chamber sudah dianggap stabil sejak pemasangan.
- Tidak mencatat posisi sensor sehingga pengukuran berikutnya tidak dapat dibandingkan.
Peralatan dan konfigurasi terkait
- Topect — Walk-in High and Low Temperature and Humidity Test Chamber
- Topect — Cold and Hot Shock Test Chamber (Impact Series III)
- Topect — Rapid Temperature Change Test Chamber
- Topect — High and Low Temperature & Humidity Test Chamber
- Kategori: Environmental Test
- Artikel serumpun: Cara Memilih Environmental Test Chamber, Uji Lingkungan Terpadu: Suhu, Kelembapan, dan Getaran
Kesimpulan
Membaca data chamber berarti memisahkan keseragaman, deviasi, dan fluktuasi, menyebutkan metode pengukurannya, dan menyadari bahwa angka konfirmasi berlaku pada ruang kerja kosong. Pada pengujian siklus suhu, waktu perendaman harus dihitung dari saat suhu spesimen tercapai, karena standar yang berlaku menyatakan persyaratannya pada suhu spesimen. Untuk meninjau chamber dan instrumentasi pemantauan yang sesuai dengan standar pengujian Anda atau menyiapkan permintaan penawaran, tim Terastek dapat membantu mencocokkannya.
Sumber resmi
- International Electrotechnical Commission, “IEC 60068-3-5:2018 — Environmental testing — Part 3-5: Confirmation of the performance of temperature chambers”, https://webstore.iec.ch/en/publication/62532 — diakses 30 September 2026
- International Electrotechnical Commission, “IEC 60068-3-6:2018 — Environmental testing — Part 3-6: Confirmation of the performance of temperature/humidity chambers”, https://webstore.iec.ch/en/publication/29226 — diakses 30 September 2026
- ChiuVention, “Understanding Temperature Uniformity, Deviation, and Fluctuation in Environmental Test Chambers” (metode BS 389-1965, asosiasi pabrikan peralatan uji Jepang, ASTM D2436-68), https://chiuventionclimatechamber.com/blog/understanding-temperature-uniformity-deviation-and-fluctuation-in-environmental-test-chambers — diakses 30 September 2026
- ESPEC Corp., “Rapid-Rate Thermal Cycle Chamber TCC-151W-20”, https://www.espec.co.jp/english/products/env-test/tcc150/ — diakses 30 September 2026
