NVH Testing: Menyusun Rantai Pengukuran Noise dan Getaran pada Produk

Dewesoft data acquisition system untuk akuisisi multi-kanal pada pengukuran NVH
Sistem akuisisi multi-kanal adalah titik temu sensor getaran dan mikrofon pada rantai pengukuran NVH.

NVH testing (noise, vibration, and harshness) adalah pengukuran untuk menemukan, mengukur, dan menurunkan suara serta getaran yang tidak diinginkan pada produk. Kunci keberhasilannya bukan satu sensor terbaik, melainkan rantai pengukuran yang konsisten: sensor yang tepat untuk tiap jalur, mounting yang dapat diulang, conditioning yang benar, dan akuisisi yang sinkron antar-kanal. Artikel ini membahas cara menyusun rantai tersebut dan apa yang harus diminta saat membeli.

1. Apa yang dicari pada pengujian NVH

Menurut PCB Piezotronics, NVH analysis menargetkan deteksi, pengukuran, dan pengurangan suara serta getaran yang tidak diinginkan—faktor yang langsung memengaruhi dinamika berkendara, kenyamanan penumpang, dan persepsi kualitas. Pada kendaraan, area pengujian tipikal mencakup structural CAE dan modal analysis, perbaikan noise pada turbo/intake, noise masking untuk pass-by dan curb-side, transmission loss untuk paket akustik, sampai end-of-line NVH test untuk kontrol kualitas produksi.

Untuk produk non-otomotif, pertanyaannya biasanya berbeda bentuk tetapi sama strukturnya: bagian mana yang berbunyi, pada frekuensi berapa, dan apakah sumbernya struktur (getaran) atau akustik (radiasi suara). Karena itu NVH hampir selalu membutuhkan pengukuran getaran dan suara sekaligus.

2. Empat jenis pengujian yang paling sering diminta

Pengujian Tujuan Sensor utama
Modal analysis & structural CAE Menemukan frequency natural, mode shape, dan damping struktur Accelerometer ringan/triaxial, impact hammer atau modal shaker
Noise path / transfer path analysis (NPA/TPA) Menelusuri jalur rambat getaran dan suara dari sumber ke penerima Accelerometer multi-titik, microphone, akuisisi tersinkron
Buzz, squeak, dan rattle (BSR) Menemukan bunyi kontak antar-permukaan pada permukaan trim atau panel Microphone, accelerometer ringan, eksitasi shaker atau jalan
Pass-by dan transmission loss Mengukur radiasi suara keluar kendaraan dan redaman paket akustik Microphone outdoor/array, mikrofon interior, kalibrator akustik

3. Memilih sensor: angka yang harus dicocokkan

Untuk accelerometer, tiga angka menentukan: sensitivity (mV/g), measurement range (g pk), dan frequency range. Contoh nyata dari katalog PCB: satu accelerometer general purpose dengan sensitivity 10 mV/g dan rentang pengukuran ±500 g pk dapat memiliki frequency range (±10%) 0.7–13 kHz, sedangkan model yang lebih ringan memiliki rentang 0.3–15 kHz dengan berat hanya 0.5 gram. Semakin ringan sensor, semakin kecil mass loading yang ditambahkan ke struktur—penting pada panel tipis dan komponen kecil.

Ketiga angka itu saling mengikat. Sensitivity tinggi menaikkan resolusi pada getaran kecil tetapi menurunkan batas g maksimum. Rentang frekuensi atas dibatasi resonansi internal sensor, dan rentang bawah dibatasi elektronik serta metode mounting.

Untuk microphone, PCB menyediakan pilihan prepolarized, externally polarized, array, probe, dan desain khusus. Perbedaan utamanya bukan sekadar akurasi, melainkan kondisi lingkungan dan kebutuhan bentuk: pengukuran di area under-hood atau wheel-well membutuhkan mikrofon yang memang dirancang untuk lingkungan ekstrem, termasuk tahan air dan debu.

Sentuh juga perbedaan teknologi yang lebih dalam: ICP (Integrated Circuit Piezoelectric) adalah sensor dengan elektronik terintegrasi di dalamnya, dan PCB menyediakan varian untuk kebutuhan khusus seperti UHT-12 untuk pengukuran bertemperatur tinggi dengan noise lebih rendah. Varian ber-threshold pengukuran sangat tinggi dibutuhkan untuk shock; untuk itu tersedia desain piezoresistive MEMS dan keluarga sensor dengan rentang pengukuran hingga ratusan ribu g.

4. Mounting dan kalibrasi: di mana hasil biasanya rusak

Rantai NVH bisa dibagi menjadi enam tahap yang harus konsisten:

  1. Struktur dan titik ukur—dokumentasikan posisi, orientasi, dan cara fiksasi.
  2. Sensor—pilih berdasarkan sensitivity, range, dan frequency range.
  3. Mounting—metode perekatan, magnet, atau stud menentukan rentang frekuensi atas yang benar-benar tercapai.
  4. Kabel dan strain relief—gerakan kabel dapat menghasilkan noise triboelektrik.
  5. Conditioning dan akuisisi—semua kanal harus memakai referensi waktu yang sama.
  6. Kalibrasi dan verifikasi—sertakan kalibrator atau reference sebelum dan sesudah seri pengukuran.

Kesalahan yang paling mahal bukan sensor yang salah, melainkan mounting yang berubah antar sesi sehingga data tidak dapat dibandingkan. Karena itu pada NVH, dokumentasi setup adalah bagian dari data, bukan lampiran.

Enam tahap rantai pengukuran NVH dari titik ukur hingga kalibrasi
Enam tahap rantai NVH: titik ukur, sensor, mounting, kabel, akuisisi tersinkron, dan kalibrasi.

5. Konteks pengujian di Indonesia

Untuk industri di Indonesia, kebutuhan NVH biasanya muncul dari tiga arah. Pertama, produsen komponen otomotif dan sepeda motor yang harus memenuhi persyaratan pelanggan (OEM) dan menguji komponen seperti mounting, knalpot, dan panel. Kedua, produsen peralatan rumah tangga dan elektronik yang menghadapi keluhan suara (buzzing, rattling) pada produk bervolume besar. Ketiga, laboratorium dan kampus yang membutuhkan modal analysis untuk penelitian struktur.

Untuk ketiganya, satu jalur pengukuran tetap yang terkalibrasi lebih berguna daripada banyak sensor tanpa prosedur. Mulailah dari satu set accelerometer triaxial, satu set microphone dengan kalibrator akustik, sistem akuisisi multi-kanal dengan clock bersama, dan prosedur mounting yang ditulis. Setelah itu barulah tambah sensor untuk titik ukur tambahan.

6. Kesalahan umum pada pengujian NVH

  • Memakai accelerometer berat pada struktur ringan sehingga mass loading mengubah hasil pengukuran itu sendiri.
  • Mencampur data dari sesi berbeda tanpa mencatat posisi, orientasi, dan torsi pemasangan sensor.
  • Mengabaikan strain relief kabel pada pengukuran getaran level rendah.
  • Mengukur suara tanpa kalibrator akustik, sehingga level absolut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
  • Menyimpulkan sumber bunyi hanya dari satu sensor, tanpa data jalur rambat.
  • Tidak mencatat kondisi operasi DUT (rpm, beban, temperatur) yang menjadi konteks hasil.

7. Rantai pengukuran yang tersedia di Terastek

Untuk sisi akustik, lihat PCB Piezotronics 377 Measurement Microphone Series dan ICP Microphone & Preamp. Untuk akuisisi dan analisis, lihat Dewesoft SIRIUS XR. Untuk sisi getaran, bandingkan PCB 639A91 triaxial accelerometer, dan untuk eksitasi modal tersedia PCB 086C03 impact hammer series.

Jelajahi kategori Acoustics & Microphone dan kategori Accelerometer, serta hub Pengujian Suara & Getaran. Artikel IEPE vs Charge Accelerometer menjelaskan langkah berikutnya dalam memilih jenis sensor.

FAQ

Apakah NVH testing hanya untuk otomotif?

Tidak. Metode dan sensor yang sama dipakai untuk peralatan rumah tangga, mesin industri, alat konstruksi, dan produk konsumen yang mengeluhkan suara atau getaran. Yang berubah adalah standar, kondisi operasi, dan kriteria penerimaan.

Berapa jumlah kanal yang dibutuhkan?

Untuk modal analysis sederhana, jumlah titik ukur menentukan jumlah kanal. Untuk investigasi jalur rambat, dibutuhkan akuisisi tersinkron antara mikrofon dan accelerometer. Tentukan kebutuhan ini sebelum membeli, karena penambahan kanal setelah sistem terpasang biasanya lebih mahal.

Apakah cukup mengukur getaran saja?

Belum tentu. Keluhan pelanggan sering berupa suara, yang bisa berasal dari struktur bergetar atau dari radiasi akustik langsung. Karena itu pengukuran gabungan getaran dan suara lebih sering memberi jawaban yang dapat ditindaklanjuti.

Kesimpulan

Susun rantai NVH dari titik ukur, sensor, mounting, conditioning, akuisisi, hingga kalibrasi—dan dokumentasikan seluruhnya. Pilih sensor dari tiga angka (sensitivity, measurement range, frequency range) sesuai getaran dan suara yang benar-benar harus diukur, bukan dari spesifikasi tertinggi di katalog.

Sumber resmi

Source reviewed: 27 September 2026. Hubungi Terastek untuk konfigurasi sensor NVH, kalibrasi akustik, dan sistem akuisisi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
WhatsApp